Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan Indonesia diwakili PT PLN dan PT Bukit Asam dan dari Malaysia diwakili Tenaga Nasional Berhad (TNB) atau PLN-nya Malaysia sepakat menandatangani Joint Development Agreement (JDA) PLTU dengan total kapasitas 2.000 MW.
"Ini hasil pertemuan Menteri-Menteri Energi di Kamboja, kita punya keinginan agar bisa terjadi jual beli listrik antara negara, dan di Cepsi 2012 di Bali ini kita sepakat tandatangan untuk bangun PLTU dengan kapasitas bisa 2.000 MW," kata Jero Wacik disela The 19th Conference of the Electric Power Supply Industry, di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua Bali, Senin (15/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βJadi skema awalnya listrik yang dihasilkan dari Sumatera dengan batubara yang dipasok dari PT Bukit Asam dibagi dua, pertama untuk Indonesia 1.000 MW dan untuk Malaysia 1.000 MW,β ucapnya.
Dari penandatanganan JDA atau perjanjian pembangunan PLTU bersama berjangka waktu 25 tahun. βJadi selama 25 tahun pasokan batubara dari PT BA diberikan ke PLTU di Mulut Tambang untuk membangkitkan listrik 2.000 MW dan dibagi 1.000 MW untuk Indonesia dan 1.000 MW lagi dikirimkan ke Malaysia melalui kabel bawah laut,β ucap Jero.
Ditambahkannya, sebelumnya pada pertemuan di Kamboja, ada rencana JDA antara 3 negera, yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura.
βRencananya mau bangun PLTU dengan kapasitas 3.000 MW, jadi Indonesia dapat 1.000 MW, Malaysia 1.000 MW dan Singapura 1.000 MW, tetapi karena Singapura belum juga selesai membahasnya, kita mulai dahulu berdua (Indonesia-Malaysia),β tandasnya.
Seperti diketahui, PT Bukit Asam bersama PT PLN dan TNB menandatangani JDA PLTU dengan kapasitas antara 8.00 MW sampai 1.200 MW di Mulut Tambang di Peranap, Indragiri Hulu, Riau.
Ditempat yang sama Dirut PLN Nur Pamudji mengatakan investasi yang ditanamkan ketiganya mencapai Rp 15 triliun.
"Seperti saya katakan tadi, untuk investasi pembangunan PLTU lebih dari Rp 15 triliun," kata Nur.
Penandatanganan JDA ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU untuk proyek PLTU pada 18 Juni 2012 di Jakarta.
Dalam JDA diantranya menyebutkan bahwa sebagian dari energi listrik yang dihasilkan akan diekspor ke Malaysia melalui kabel bawah laut yang jaraknya relative dekat dari lokasi PLTU di Peranap.
(rrd/hen)











































