Demikian diungkapkan oleh Direktur Teknik PT Marga Nujyasumo Agung, Edwin Cahyadi selaku operator tol ini di Mojokerto, Senin (15/10/12).
"Kita mau pake Solar Cell rencananya, tapi menurut SNI-nya, Lux dari lampu itu minimal harus 15. Kalau dengan Lux 15 dan tinggi 13 Meter itu akan diperlukan panel yang besar sekali. Kita lagi minta tingginya 10 meter biar bisa dipasang," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ada 6 intersection, setiap intersection ada 300 titik lampu, jadi kira-kira 1.800 lampu. Investasinya tambah lagi, satu lampu 25 juta, jadi hitung saja," katanya.
Ia menambahkan, guna menghemat pemakaian listrik, saat ini untuk seksi 1, lampu penerangan sudah menggunakan lampu LED dibanding lampu penerangan biasa.
"Untuk seksi 1 saja kita sekarang sudah pakai LED, kalau tol biasanya kan 220 Watt. Kalau LED ini 25 watt," katanya.
Sebelumnya, hari ini Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mewajibkan seluruh jalan tol di Indonesia menggunakan lampu penerangan menggunakan tenaga matahari (solar cell).
"Lampu di Jalan tol saya wajibkan semuanya pakai solar cell, menyalakan lampu menggunakan energi matahari," kata Jero dalam acara The 19th Conference of the Electric Power Supply Industry (Cepsi) di Bali Nusa Dua Convention Center, Senin (15/10/2012).
(zul/hen)











































