Pengurus Forum Peduli Banua Kalimantan Selatan Berry Nahdiyan mengatakan, kondisi krisis listrik di Kalsel ini pernah juga dirasakan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat berkunjung ke Banjarmasin.
"Beberapa waktu lalu, ada acara di Banjarmasin. Di dalam tempat pertemuan, listrik 2 kali padam. Waktu itu ada Hatta Rajasa, dan dia bilang persoalan listrik ini akan dibahasnya di Jakarta," kata Berry kepada detikFinance, Senin (15/10/2012) sore WITA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang, apa tindaklanjutnya?" ujar Berry.
Masih menurut Berry, tidak ada alasan bagi Kalimantan dan Kalsel khususnya, mengalami keterbatasan sumber energi listrik. Mengingat, Kalsel sebagai salah satu provinsi penghasil energi, semisal batu bara.
"Tidak ada alasan Kalimantan, Kalsel khususnya, keterbatasan daya listrik. Semua bahan baku sumber daya alam, ada di Kalsel," sebut Berry.
"Tinggal pemerintah menyelaraskan teknologi yang ada. Itu pun kalau pemerintah pusat serius menanggapi persoalan listrik yang tidak selesai-selesai,"
"Ini baru di Kalsel, belum lagi persoalan yang sama di Kalteng. Karena Kalsel dan Kalteng satu kesatuan kantor PLN Wilayah Kalsel-teng," sebut Berry.
Sementara itu, Humas PT PLN (Persero) Wilayah Kalsel-Kalteng Sucahyono saat dihubungi terpisah detikFinance, belum bisa memberikan penjelasannya terkait kondisi kelistrikan di Kalsel-Kalteng. Sucahyono saat dihubungi hanya membalas dengan mengirimkan pesan singkat.
"Saya masih perjalanan dan nanti saya hubungi Bapak," tulis Sucahyono.
(dnl/dnl)











































