Menteri Perekonomian Hatta Rajasa berharap negara di kawasan Asia mampu membentuk kerjasama khusus di bidang perminyakan dengan negara di kawasan Asia. Hatta secara resmi membawa misi ini di Asian Cooperation Dialogue (ACD) yang akan berlangsung di Kuwait, Selasa (16/10/2012).
"Ketika krisis melanda Eropa saat ini, bangsa-bangsa di Asia harus mengkonsolidasikan diri dan meningkatkan kerjasama untuk kepentingan masyarakat Asia. Sekarang saatnya melakukan aksi nyata sehingga masyarakat Asia tidak terkena imbas krisis yang terjadi di Dunia," kata Hatta dalam siaran persnya seusai menghadiri dialog dengan BEM FISIP seluruh Indonesia di Palembang, Senin (15/10/2012).
Menurut Hatta adanya kerjasama di antara negara-negara Asia tersebut akan mengurangi jumlah penduduk miskin di kawasan ini. Sehingga tujuan MDG yang banyak didengung-dengungkan bisa tercapai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mewujudkan adanya pengurangan penduduk miskin di kawasan Asia, Hatta menilai perlu dibentuk sebuah lembaga donor yang bisa menyalurkan dana bantuan dari negara-negara Asia yang kaya seperti yang akan dilakukan oleh Kuwait dengan menyediakan dana sebesar US$ 5 miliar untuk membantu pembangunan infrastruktur di negara-negara kawasan.
βApa yang dilakukan oleh Kuwait ini bisa dimanfaatkan oleh negara-negara kawasan Asia dan Afrika untuk meningkatkan pembangunan dan pengurangan kemiskinan,βtegas Hatta.
Selain kerjasama di bidang ekonomi, Indonesia juga berharap negara-negara di kawasan Asia juga melakukan kerjasama riset untuk mengembangkan energi terbarukan karena energi yang mengandalkan fosil seperti minyak akan habis di masa yang akan datang.
"Riset-riset ini perlu untuk menjaga keberlangsungan pasokan energi di dunia. Indonesia siap untuk berkerjasama mencari energy alternative yang terbarukan," tambahnya.
Indonesia menilai, energi terbarukan saat ini masih cukup mahal yang mencapai di atas 20 sen/kwh. Hal ini jelas sangat berat bagi negara-negara berkembang jika tanpa ada campur tangan dari negara-negara kaya.
"Kalau kita lihat pengembangan energi yang menggunakan angin, sonar semuanya kan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, oleh karenanya perlu duduk bareng antara negara-negara berkembang yang berminat untuk mengembangkan hal tersebut dengan negara-negara kaya di kawasan Asia guna mewujudkan hal ini," imbuh Hatta.
Wakil menteri energi dan sumber daya mineral Rudi Rubiandini akan mendampingi Menko Perekonimian dalam pertemuan ACD di Kuwait. Dalam pertemuan tersebut, beberapa negara dan cendekiawan di bidang energi dan pembangunan akan mengemukakan pemikirannya dalam pembangunan kawasan Asia. (dru/dnl)











































