Untuk tambahan anggaran subsidi listrik Rp 24,1 triliun, Agus Marto menyatakan bisa ditutupi dengan anggaran cadangan risiko energi Rp 23 triliun.
"Ini telah disetujui DPR untuk dicairkan," ujar Agus Marto saat ditemui usai rapat dengan Badan Anggaran DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebutkan, dari penerimaan migas terdapat tambahan anggaran Rp 12 triliun, penghematan subsidi non energi Rp 1,7 triliun, kemudian penyerapan anggaran yang hanya 92,6% atau sekitar Rp 40,38 triliun, dan kompensasi kenaikan BBM yang tidak terealisasi sebesar Rp 30,5 triliun.
Anggaran kompensasi ini terdiri dari bantuan langsung tunai (BLT) Rp 17,08 triliun, anggaran transportasi Rp 5 triliun, Program Keluarga Harapan Rp 0,6 triliun, dan belanja infrastruktur pedesaan Rp 7,9 triliun.
"Jadi kondisi fiskal Indonesia sehat, kita tidak perlu khawatir," tegasnya.
(nia/dnl)











































