"Sekarang, sistem kelistrikan meliputi Kalsel dan Kalteng, daya tersedia 323 MW (Megawatt). Tapi beban puncak 322 MW di luar penggunaan bisnis dan industri. Tidak ideal, dan idealnya ada pembangkit cadangan berkapasitas 60 MW," kata Humas PLN Wilayah Kalsel-Teng Sucahyono kepada detikFinance, Senin (15/10/2012) malam WITA.
Menurut Sucahyono, sistem kelistrikan PLN Wilayah Kalsel-Teng memiliki berbagai macam pembangkit, mulai dari PLTU, PLTA, PLTD, hingga PLTG. Namun PLTG yang seharusnya dioperasikan menggunakan gas ini belum berfungsi karena tak ada gas. Akhirnya pembangkit berbahan bakar solar yang berfungsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait kondisi gangguan PLTU Asam-asam unit 1 dan unit 2 masing-masing berkapasitas 65 MW yang mengalami gangguan Sabtu (13/10/2012) lalu, menurut Cahyono saat ini sudah selesai menjalani proses pemulihan.
"Jadi hari Sabtu itu sekitar pukul 6 sore ada angin kencang di atas normal. Jaringan rusak, pohon rubuh hingga akhirnya kedua unit itu mengalami gangguan," tambah Cahyono.
"Jadi, selama PLTU Asam-asam mengalami gangguan itu, otomatis keluar dari sistem kelistrikan dan terpaksa kekurangan 130 MW karena berhenti beroperasi. Dan itu memang dampaknya luar biasa bagi pelanggan di wilayah Kalsel dan Kalteng," jelasnya.
"Kalau semua pembangkit sehat, masih tersisa 1 MW dari kapasitas tersedia 323 MW dengan beban puncak 322 MW yang terjadi rata-rata pukul 17.00 WITA sore hari. Tapi sisa 1 MW itu, tidak ideal dalam sistem kelistrikan," sebut Cahyono menegaskan kembali.
Informasi diperoleh detikFinance, Senin (15/10/2012) malam ini, kota Banjarmasin, Kalsel, kembali terjadi pemadaman listrik. Ditanya terkait itu, Cahyono belum bisa menjelaskan penyebab pemadaman. Cahyono enggan mengatakan sistem kelistrikan yang ada saat ini terancam minim ketersediaan daya listrik.
"Ya itu tadi, idealnya di sistem kelistrikan Kalsel dan Kalteng ini ada lagi 1 pembangkit berkapasitas 60 MW. Nah, kalau itu ada, sistem kelistrikan sudah sehat," terangnya.
"Juga harus menjadi catatan, bahwa upaya penghematan pelanggan untuk penggunaan listrik di Kalsel dan Kalteng saat ini, belum berjalan maksimal. Bisa hemat 50 watt saja untuk 1 rumah, sudah sangat baik dengan kondisi kelistrikan saat ini," tutupnya.
(dnl/dnl)











































