Ini Daerah Paling Banyak 'Sedot' BBM Subsidi

Ini Daerah Paling Banyak 'Sedot' BBM Subsidi

- detikFinance
Selasa, 16 Okt 2012 08:59 WIB
Ini Daerah Paling Banyak Sedot BBM Subsidi
Jakarta - Anggaran subsidi BBM dalam APBN-P 2012 sebesar Rp 137,4 triliun ternyata kurang Rp 79,4 triliun karena konsumsi BBM subsidi bengkak dari kuota 4 juta kiloliter (KL). Provinsi mana paling banyak konsumsi BBM subsidi?

Tingginya konsumsi BBM subsidi ini menurut pemerintah adalah akibat tingginya pertumbuhan kendaraan bermotor, baik motor dan mobil. Namun ternyata ada juga BBM subsidi yang dinikmati orang mampu serta diselundupkan ke industri.

Menurut laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) seringkali terjadi penyelundupan BBM subsidi yang jumlahnya lumayan. Penyelundupan terjadi ke luar negeri atau kepada industri yang tak berhak disubsidi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Provinsi mana yang paling banyak menghabiskan jatah bensin premium hingga 30 September 2012? Berikut data yang dikutip dari Pertamina, Selasa (16/9/2012) setelah adanya penambaham kuota BBM subsidi dari 40 juta kiloliter (KL) menjadi sekitar 44 juta KL:

5. Sumut

Pada periode Januari-September 2012, jumlah bensin premium yang dihabiskan Sumatera Utara mencapai 1,189 juta kiloliter (KL). Jumlah ini 98,7% dari kuota yang ditetapkan yaitu 1,204 juta KL. Hingga akhir tahun, kuota premium di Sumut adalah 1,609 juta KL.

Selain bensin premium, provinsi ini juga menghabiskan solar sebanyak 865 ribu KL pada periode Januari-September 2012. Ini 7,62% di atas kuota yang ditetapkan yaitu 804 ribu KL. Hingga akhir tahun, kuota solar di Sumut adalah 1,074 juta KL.

4. DKI Jakarta

Pada periode Januari-September 2012, jumlah bensin premium yang dihabiskan DKI Jakarta mencapai 1,604 juta kiloliter (KL). Jumlah ini 1,63% di atas kuota yang ditetapkan pada Januari-September 2012 yaitu 1,579 juta KL. Hingga akhir tahun, DKI mendapat jatah premium 2,109 juta KL.

Selain bensin premium, provinsi ini juga menghabiskan solar sebanyak 636 ribu KL pada periode Januari-September 2012. Ini 2,59% di atas kuota yang ditetapkan yaitu 620.757 KL. Jatah solar DKI sampai akhir tahun adalah 829.186 KL.

3. Jawa Tengah

Pada periode Januari-September 2012, jumlah bensin premium yang dihabiskan Jawa Tengah mencapai 2,246 juta kiloliter (KL). Jumlah ini 0,21% di atas kuota yang ditetapkan pada Januari-September 2012 yaitu 2,242 juta KL. Sampai akhir tahun, Jateng mendapat jatah premium 2,994 juta KL.

Selain bensin premium, provinsi ini juga menghabiskan solar sebanyak 1,332 juta KL pada periode Januari-September 2012. Ini 0,96% di atas kuota yang ditetapkan yaitu 1,319 juta KL. Hingga akhir tahun, jatah solar di Jateng adalah 1,762 juta KL.

2. Jawa Timur

Pada periode Januari-September 2012, jumlah bensin premium yang dihabiskan Jawa Timur mencapai 2,892 juta kiloliter (KL). Jumlah ini 1,98% di atas kuota yang ditetapkan pada Januari-September 2012 yaitu 2,835 juta KL. Hingga akhir tahun, Jatim mendapat jatah premium 3,788 juta KL.

Selain bensin premium, provinsi ini juga menghabiskan solar sebanyak 1,644 juta KL pada periode Januari-September 2012. Ini 2,18% di atas kuota yang ditetapkan yaitu 1,609 juta KL. Hingga akhir tahun, Jatim mendapat jatah solar 2,149 juta KL.

1. Jawa Barat

Provinsi ini paling besar menghabiskan bensin premium. Pada periode Januari-September 2012, jumlah bensin premium yang dihabiskan Jawa Barat mencapai 3,444 juta kiloliter (KL). Jumlah ini 1,64% di atas kuota yang ditetapkan pada Januari-September 2012 yaitu 3,389 juta KL. Hingga akhir tahun, jatah premium yang didapat Jabar adalah 4,527 juta KL.

Selain bensin premium, provinsi ini juga menghabiskan solar sebanyak 1,531 juta KL pada periode Januari-September 2012. Ini 4,49% di atas kuota yang ditetapkan yaitu 1,466 juta KL. Hingga akhir tahun, Jabar mendapat jatah solar 1,958 juta KL.
Halaman 2 dari 6
(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads