"Tahun depan proyek ini jalan," ujar Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Bambang menyebutkan kelima proyek ini adalah Java-Bali 500 KV Power Transmission Crossing senilai US$ 75 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, proyek Enhancing inclusive growth through improved connectivity dengan nilai US$ 100 juta, proyek Geothermal Power Development dengan nilai US$ 75 juta, Sumatera Peninsular Power Interconnection dengan nilai US$ 75 juta, dan proyek Regional Road Development Project dengan nilai US$ 75 juta.
"Yang empat lain ini masih dalam proses," tandasnya.
Seperti diketahui, negara anggota Asean dan ADB telah berkomitmen untuk mengumpulkan modal awal AIF sebesar US$485 juta dan ditargetkan pada 2020 nilainya meningkat menjadi US$4 miliar. Indonesia akan menyetor US$120 juta untuk AIF, sedangkan Malaysia US$150 juta.
(nia/dru)










































