Diungkapkan Direktur Bisnis Development PT ZUG Hery Purnomo, Solar Termal hampir sama dengan solarcell, sama-sama menggunakan tenaga matahari untuk membangkitkan listrik.
"Bedanya, jika solarcell tenaga matahari masuk ke baterai dulu, kalau solar termal sinar matahari difokuskan ke pipa yang berisi air/minyak lalu menjadi uap dan uap tersebut masuk turbin lalu terciptalah aliran listrik," kata Hery ketika ditemui di pameran Cepsi, di BNDCC, Bali, Rabu (17/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kapasitas yang hasilkan solar termal jauh lebih besar, tetapi masalahnya solar termal masih jauh lebih mahal karena teknologi baru, untuk 1 megawatt biaya yang dibutuhkan mencapai US$ 3 juta, tapi kan sama seperti solarcell dulu, awalnya juga mahal tapi sekarang harganya terus turun," ujarnya.
Diungkapkan Hery, solar termal ini berasal dari Jerman, tapi banyak dikembangkan di negara-negara Asia karena di Jerman terkendala lahan yang luas. Tapi pihaknya dalam waktu dekat akan membuat pabrik solar termal di Indonesia.
"Kami akan tawarkan ke PLN teknologi ini, harga tarif listriknya kalau bisa di atas US$ 16 sen per Kwh. Masih lebih ekonomis dibandingkan menggunakan minyak yang mencapai US$ 30-45 sen per Kwh," tandasnya.
(rrd/dnl)











































