Produksi Minyak RI Melempem, Ini Alasan Bos BP Migas

Produksi Minyak RI Melempem, Ini Alasan Bos BP Migas

Ramdhania El Hida - detikFinance
Rabu, 17 Okt 2012 11:52 WIB
Produksi Minyak RI Melempem, Ini Alasan Bos BP Migas
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) mengakui produksi minyak tahun ini masih menurun. Hingga akhir tahun, diperkirakan produksi minyak hanya sekitar 870 ribu barel per hari (bph) atau turun 3,6% dibandingkan tahun lalu 902 ribu bph.

Kepala BP Migas R. Priyono menyatakan penurunan produksi minyak ini adalah warisan sejak tahun 1996.

"Kondisi minyak bumi cenderung menurun, padahal minyak menjadi sumber utama energi nasional. Kita telah mengalami 2 puncak produksi minyak pada tahun 1997 dan 1995. Sampai sekarang, terjadi penurunan 800 bph, dari 1,6 juta bph ke 800 ribu bph. Maka periode penurunan produksi itu mulai 1996, di mana BP Migas belum hadir di sana," ujar Priyono dalam rapat dengan Komisi XI DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Priyono, belum ditemukannya lapangan besar baru untuk eksplorasi minyak, maka produksi minyak akan terus menurun. Begitu juga jika tidak ditemukannya teknologi baru, diperkirakan akan terjadi penurunan produksi minyak 12-15% per tahun.

"Untuk mencapai target 1 juta bph, kita masih mengharapkan proyek di Cepu," tegasnya.

Priyono menyebutkan, pada tahun ini produksi minyak diperkirakan hanya sebesar 870 ribu bph atau turun 3,6% dari produksi tahun lalu sebesar 902 ribu bph.

Penurunan produksi ini disebabkan 4 hal, yaitu tidak kembalinya produksi Chevron Pacific Indonesia (CPI) sebagai akibat pecahnya pipa TGI di Lapangan Duri sebesar 25 ribu bph. Kemudian, efek tertundanya keputusan operator baru, Kodeco/PHE di West Madura Offshore (WMO), penurunan di Lapangan Tunu dan Peciko, serta kerusakan pada fasilitas produksi.

"Ternyata ada yang masalahnya dari tahun lalu, tapi dampaknya masih terasa sampai sekarang," jelasnya.

Priyono menyebutkan pada September 2012, realisasi produksi minyak rata-rata Indonesia mencapai 868 ribu bph. Diperkirakan realisasi yang sama juga dihasilkan pada Oktober. Sementara untuk November diperkirakan produksi minyak bisa mencapai 869 ribu bph.

Namun, jika pihaknya tidak melakukan tindakan apa-apa maka produksi minyak hingga akhir tahun hanya mencapai 659,4 ribu bph, tetapi dengan upaya keras maka diharapkan 870 ribu bph dapat tercapai. Tahun depan, target produksi minyak Indonesia adalah 900 ribu bph.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads