"Menteri keuangan dan perminyakan akan men-support realisasi investasi mereka di Indonesia di bidang energi," ujar Hatta Rajasa di sela-sela KTT Asia Cooperation Dialogue (ACD) di Kuwait (17/10/2012).
Hatta mengatakan pada awalnya hanya menindaklanjuti rencana Pertamina dan Kuwait Petroleum Corporation (KPC) untuk membangun kilang minyak di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hatta mengungkapkan bahwa pertemuan ACD ini terbilang sukses karena ada kesamaan pandangan. Menurut Hatta, semua sama-sama menekankan akan pentingnya konektivitas.
"Nanti mampu membuat satu pusat-pusat pertumbuhan ke consumer maupun ke daerah-daerah yang masih tertinggal. Dan juga pentingnya kerja sama bagaimana menyediakan funding untuk membangun infrastruktur," paparnya.
Seperti diketahui, pemerintah mengharapkan Kuwait akan masuk untuk investasi perluasan kilang Balongan di Cilacap dengan nilai investasi US$ 8 miliar-US$ 9 miliar.
pada 19 Agustus 2010, Kuwait Petroleum International Company (KPI), yang merupakan anak usaha dari Kuwait Petroleum Corporation (KPC), bersama dengan Pertamina telah menandatangani MoU (Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding) untuk melakukan studi kelayakan terkait rencana pembangunan kilang baru Balongan yang berkapasitas 200-300 ribu barel per hari. Kilang tersebut nantinya terintegrasi dengan kompleks kilang di Jawa Barat.
Nota Kesepahaman ditandatangi oleh Hussain Esmaiel, selaku KPI President dan Frederick Siahaan yang dahulu menjabat sebagai SVP Investment Planning and Risk Management (Investasi, Perencanaan, dan Manajemen Resiko) Pertamina.
(mpr/hen)











































