PLTU Cirebon 1x660 MW Telan Investasi Rp 7,6 Triliun

PLTU Cirebon 1x660 MW Telan Investasi Rp 7,6 Triliun

Wiji Nurhayat - detikFinance
Kamis, 18 Okt 2012 11:32 WIB
PLTU Cirebon 1x660 MW Telan Investasi Rp 7,6 Triliun
ilustrasi
Cirebon - Cirebon akan mempunyai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 1x 660 MW. Rencananya PLTU baru senilai US$ 850 juta atau kurang lebih Rp 7,6 triliun ini akan diresmikan oleh Menteri ESDM Jero Wacik.

"Nilai investasi US$ 850 juta. Pembiayaan dari sponsor dan konsorsium JBIC (Japan Bank International Coorperation) dan K-EXIM (Korea Eksport Import), dan bank komersial lain," kata Komisaris Cirebon Electric Power (CEP) Amin Subekti di Hotel Santika Cirebon, Kamis (18/10/2012).

Pembangunan yang dimulai April 1998 ini merupakan proyek monumental karena Jepang masih percaya kepada Indonesia untuk berinvestasi infrastruktur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kronologi proyek ini monumental, 98-99 Indonesia krisis, kepercayaan Indonesia turun pada saat itu. Proyek CEP adalah proyek pertama setelah krisis dengan mekanisme tender internasional. Kita harapkan ini diresmikan pihak menteri," katanya.

Rencananya PLTU unit 1 berkapasitas 1x 660 MW membutuhkan batubara sebanyak 2,85 juta ton, kebutuhan batubara didatangkan dari 2 perusahaan besar batubara Kiniko dan Adaro. "Batubaranya dari Kiniko dan Adaro, setahun butuh 2,85 juta ton plus minus 10%,"tuturnya.

Pemegang saham PLTU Cirebon ini dipegang antaralain:



  • Marubeni Co sebesar 32,5%,
  • Korea Midlane Power Co 27,5%
  • Satlan Korea 20% dan
  • Indika Energi 20%.

Amin mengaku target pembangunan PLTU tidak terlambat dan nantinya tarif yang dikenakan oleh PLTU ini sebesar 4,43 sen/kwh.

"Kita diberikan target Oktober tahun lalu selesai, Maret 2013 diberikan PLN untuk produksi jadi kita tidak terlambat. Ini 2% dari kapasitas nasional, kontrak 30 tahun dengan PLN. Harga per kwh 4,43 sen untuk kebutuhan Jawa dan Bali,"tutupnya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads