PLTU Lontar Rusak, PLN Jamin Pasokan Listrik Jakarta & Bali Aman

PLTU Lontar Rusak, PLN Jamin Pasokan Listrik Jakarta & Bali Aman

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 18 Okt 2012 16:00 WIB
PLTU Lontar Rusak, PLN Jamin Pasokan Listrik Jakarta & Bali Aman
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Banten berkapasitas 3x315 megawatt (MW) mengalami kerusakan, akibatnya pasokan listrik di sistem Jawa-Bali kekurangan. Namun PLN menjamin pasokan listrik Jakarta dan Bali aman.

Demikian disampaikan Direktur Operasi Jawa-Bali PLN Ngurah Adnyana kepada detikFinance, Kamis (18/10/2012).

"PLTU Lontar memang terjadi kerusakan di coal supply," kata Adnyana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pembangkit PLTU Lontar yang menggunakan mesin buatan China tersebut masuk dalam tahap I program percepatan pembangkit listrik 10.000 MW.

Dikatakan Andyana, suplai dari PLTU Lontar akan kembali normal pada esok hari. "Besok sudah bisa normal," ucapnya.

Kata Adnyana, kerusakan di PLTU Lontar tak akan mengganggu pasokan listrik di Jawa-Bali. Suplai listrik untuk wilayah Jawa masih bisa dipasok dari PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Muarakarang, sedangkan untuk Bali akan disuplai melalui PLTU Paiton.

"Suplai listrik aman, Jakarta masih bisa disuplai dari PLTGU Muarakarang, dan Bali bisa disuplai melalui PLTU Paiton, jadi aman," ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Direktur Utama PLN Nur Pamudji. Dia mengatakan, saat ini memang sedang terjadi gangguan ringan di PLTU Lontar.

"Ya ada gangguan ringan di PLTU Lontar, sekarang sedang dicek apa ada kabel kontrol yang terputus, kalau semua oke, besok beroperasi kembali," ujar Pamudji.

Dia mengatakan ada 3 unit pembangkit di PLTU Lontar dengan kapasitas masing-masing pembangkit adalah 300 MW. "Sementara yang terganggu salah satu unit. Sistem Jawa-Bali aman. Cadangan cukup," tegas Pamudji.

Namun kalaupun kerusakan sampai mengenai kabel kontrol pun, maka PLN akan segera melakukan pergantian secepatnya. "Kalau ada kabel kontrol yg harus diganti, minggu depan bisa beroperasi kembali," cetus Pamudji.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads