Demi mencegah SUTT tersambar petir, yang berpotensi pemadaman listrik, Perusahaan Listrik Negara (PLN) siap mengintensifkan perawatan seluruh sambungan kabel listrik SUTT.
Selain itu dilakukan pula pemasangan baru serta memperbaiki kualitas pemasangan sambungan. Demikian disampaikan Direktur Operasi Jawa-Bali PT PLN (Persero), Ngurah Adnyana, ketika dihubungi, Sabtu (20/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah antisipatif guna mencegah kerusakan SUTT terutama dilakukan pada daerah-daerah dengan intensitas petir berskala besar, seperti Jakarta Timur, Bogor, Depok dan sekitarnya.
"Di daerah paling rawan putusnya kabel SUTT akibat tersambar petir ada didaerah Jakarta Timur, Bogor, Depok dan sekitarnya," ucap Adnyana.
Namun, antisipasi ini tidak hanya dilakukan pada saat memasuki musim hujan saja. Semua dilakukan sepanjang tahun karena petir tidak hanya terjadi pada musim hujan saja.
Pada musim kemarau pun, khususnya di Jakarta Timur, Bogor, Depok dan sekitarnya sering terjadi sambaran petir walau tidak pada musim hujan.
Namun, ia memastikan putusnya kabel SUTT akibat petir tidak sering terjadi. "Ada memang sepanjang tahun beberapa kejadian kabel putus akibat petir, tapi itu jarang terjadi. Kejadian putusnya SUTT Pondok Kelapa Jatirangon kemarin masih normal," katanya.
Akibat putusnya kabel tersebut listrik daerah kawasan Bogor, Depok, Gunung Putri mati dan baru pulih pada pukul 05.00.
"Memang agak sedikit lama penanganannya, karena pertama kabel tersebut berada tinggi sekali, kedua perbaikannya tidak mudah karena harus menggunakan alat khusus, untuk menarik kabelnya sendiri tidak bisa pakai tangan manusia, harus juga menggunakan alat, kebetulan juga medan di lokasi kejadian juga cukup sulit sehingga penangannya sedikit agar lama, namun sekarang sudah normal kembali," tandasnya.
Seperti diketahui, sejak pukul 14.16 SUTT Pondok Kepala-Jatirangon putus akibat tersambar petir. Hal ini mengakibatkan beban 250 MW padam di wilayah pelayanan Jatirangon, Cibinong, Cimanggis, Cilengsi, Bogor, Depok, GUnung Putri dan sekitarnya.
(rrd/wep)











































