Dana besar subsidi energi pun ternyata tidak sepenuhnya tepat sasaran, dimana 77% diantaranya dinikmati oleh yang tidak berhak. Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini di Jakarta, Sabtu (20/10/2012).
"Dimana dari sektor Minyak Bumi pada 2012 mencapai Rp 190 triliun, gas bumi sebesar Rp 88 triliun dan dari pertambangan umum mencapai Rp 110 triliun," kata Rudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan yang patut disesalkan, sebanyak 77% dari subsidi BBM dan listrik tersebut ternyata tidak tepat sasaran. "Sayangnya 77% subsidi yang diberikan tidak tepat sasaran. Dimana subsidi seharusnya ditujukan untuk golongan rakyat yang tidak mampu, namun ternyata lebih banyak dinikmati orang yang mampu atau kaya," ungkap Rudi.
Dikatakan Rudi, dari total belanja negara dalam APBN Perubahan 2012 sebesar Rp 1.548 triliun, belanja APBN non subsidi energi mencapai 1.323 triliun atau sebesar 85% dari total belanja APBN.
Sedangkan untuk subsidi energi Rp 225 triliun memakan belanja negara sebesar 15% dari total belanja negara. "Subsidi energi sudah cukup membebani APBN, sementara subsidi energi 77% kurang tepat sasaran apalagi peningkatan konsumsi BBM bersubsidi dapat meningkatkan besaran subsidi energi menjadi lebih dari Rp 300 triliun atau mencapai 19% dari belanja negara," tandas Rudi.
(rrd/wep)











































