Hasil temuan bernomor 30/Auditama VII/PDTT/09/2011 tertanggal 16 September 2011 tersebut menyeburkan adanya kerugian triliunan rupiah yang diderita PLN saat Dahlan Iskan menjabat sebagai Direktur Utama PLN.
"Sebenarnya yang kami harapkan hadir adalah Dahlan Iskan yang kapasitasnya sebagai mantan Dirut PLN. Namun karena posisinya saat ini sebagai Menteri ada prosedur yang harus dilakukan, karena beliau berhalangan hadir, kali ini hanya diwakili Wamen BUMN," kata Wakil Ketua Komisi VII Efendy Simbolon di ruang rapat Komisi VII DPR, Senayan, Jakarta, Senin (22/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ingin meminta klarifikasi Dahlan Iskan saat menjabat Dirut PLN, di mana atas kepemimpinannya berdasarkan laporan BPK, PLN menderita kerugian triliunan rupiah," ucap Satya.
Hal yang sama diungkapkan anggota fraksi Partai Demokrat Asphiani. Dia mengusulkan agar rapat ditunda, karena DPR ingin meminta klarifikasi Dahlan Iskan atas kerugian triliunan rupiah yang diderita PLN sesuai temuan BPK.
"Ini rapat khusus bahas hasil temuan BPK, PLN rugi triliunan-triliunan-triliunan rupiah, karena yang bersangkutan tidak datang, buat apa dilanjutkan rapat ini," tandas Asphiani.
Rapat ini juga tidak dihadiri Menteri ESDM Jero Wacik yang diketahui menghadiri forum gas di Dubai, Uni Emirat Arab.
Jero diagendakan akan berbicara pada hari kedua (Selasa, 23 Oktober 2012) pukul 08.30-09.30 dalam sesi Ministersβ Roundtable on Fossil Fuel bersama para menteri-menteri negara lain seperti, Mohammed Hamad Al Rumhi, Menteri Minyak dan Gas Kesultanan Oman, Jaipal Reddy, Menteri Minyak dan Gas India, Mohammed bin Dhaβen Al Hamili, Menteri Energi Uni Emirat Arab, Patrick Sendelo, Menteri Tanah, Pertambangan dan Energi Republik Liberia, Adama Toungara, Menteri Pertambangan, Minyak dan Energi Republik Pantai Gading dan Karim Aftan Al Jumaili, Menteri Kelistrikan Republik Irak.
Roundtable akan membahas peran penting minyak, gas bumi, dan batubara dalam ekonomi global, tantangan-tantangan lingkungan, serta strategi yang dilakukan pemerintah dan industri dalam mitigasi eksternalitas negatif.
World Energy Forum adalah Organisasi Internasional Non-Profit yang mempromosikan kegiatan-kegiatan di bidang hemat energi dan energi bersih dalam kerangka sustainable development. Organisasi ini didirikan oleh Prof. Harold Hyuk-Suk pada 2008.
Sesuai dengan penetapan tahun 2012 sebagai International Year of Sustainable Energy for All oleh PBB, salah satu tujuan utama forum ini adalah menyusun roadmap sustainable energy mix yang dapat memacu perkembangan ekonomi dan sosial global.
World Energy Forum 2012 dilaksanakan di Dubai, Persatuan Emirat Arab pada 22-24 Oktober 2012. Rangkaian kegitan akan terdiri atas sesi pleno, lokakarya dan diskusi energi. Forum ini akan dihadiri oleh sekitar 2000 peserta yang terdiri dari Kepala Negara, Menteri Energi, Pejabat Teras, dan CEO perusahaan global energi terbarukan.
(rrd/dnl)











































