Dituding Pro Asing, Ini Jawaban Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini

Dituding Pro Asing, Ini Jawaban Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini

- detikFinance
Senin, 22 Okt 2012 15:18 WIB
Dituding Pro Asing, Ini Jawaban Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Cara mengelola Blok Mahakam masih dalam kajian dengan skema pembagian Pertamina 70% dan Total-Inpex 30%, atau 51%:49%, atau di antaranya yang mengkaji adalah konsorsium Pertamina dengan Total, dan jangan lupa ada unsur BUMD yang harus masuk.

"Kehadiran non-Pertamina diperlukan karena ada masalah teknis yang harus diperhitungkan baik selama masa 5 tahun berakhir kontrak maupun 5 tahun kontrak di awal sebagai transisinya. Maka ada usul 5 tahun menggunakan operator lama, dan sisanya baru Pertamina, tapi dengan mayoritas saham tetap di tangan Pertamina," kata Rudi kepada detikFinance, Senin (22/10/2012).

Artinya, blok Mahakam akan menjadi milik Pertamina. "Itu sudah tekad pemerintah (tidak perlu diragukan, seperti yang tersebar selama ini)," tegas Rudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Rudi, keputusan tersebut bisa dikeluarkan tahun ini ataupun tahun depan, karena masih ada waktu sebelum berakhirnya kontrak Total E&P Indonesie di 2017. "Namun keputusan Natuna harus akhir November karena POA akan berakhir tanggal tersebut, sementara load, dan efeknya sangat besar bagi anak cucu," kata Rudi.

"Bila banyak pihak menganggap kehadiran saya akan merugikan negara, silakan segara usulkan pengganti saya kepada presiden, seperti yang sudah dilakukan oleh SPKP (solidaritas pensiunan karyawan Pertamina), insya Allah saya akan terima dengan keikhlasan, karena keseharian saya bertugas pun hanya demi kebaikan bangsa dan negara," tuturnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads