Pertamina Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Rp 1,62 Triliun

Pertamina Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Rp 1,62 Triliun

- detikFinance
Selasa, 23 Okt 2012 10:36 WIB
Pertamina Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Rp 1,62 Triliun
Jakarta - PT Pertamina (Persero) terus meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Kali ini, Pertamina menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi dengan kapasitas sekitar 120 megawatt (MW).

Rencana proyek tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan awal antara Pertamina dan PT Godang Tuajaya, pengelola TPST Bantargebang. Kesepakatan di antara kedua perusahaan mencakup kerjasama pengolahan sampah kota menjadi energi listrik berkapasitas 120 MW dengan perkiraan nilai investasi sekitar US$ 180 juta atau sekitar Rp 1,62 triliun.

Pengolahan sampah menjadi listrik dilakukan dengan membangun pembangkit listrik tenaga sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. PLTSa ini pada tahap awal akan memanfaatkan feedstock sebanyak 2.000 ton sampah per hari dengan kapasitas listrik terpasang sekitar 120 MW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek ini akan menggunakan teknologi pengolahan biomass municipal solid waste to power yang moderen, efisien, dan ramah lingkungan. Perusahaan akan melakukan seleksi terhadap beberapa penyedia teknologi yang sudah terbukti (proven) dan memenuhi karakteristik sampah yang ada di Bantargebang dengan tingkat pemanfaatan sampah secara maksimal hingga mencapai zero waste.

"Ini membuktikan bahwa Pertamina tidak hanya fokus pada pengelolaan bisnis migas, melainkan sebagai perusahaan energi terintegrasi juga mengelola sumber-sumber energi baru dan terbarukan. Proyek ini juga tidak terlepas dari adanya regulasi pemerintah yang sangat mendukung bagi tumbuhnya investasi di sektor ini," tutur Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto dalam siaran persnya, Selasa (23/10/2012).

Hari berharap kesepakatan yang lebih mengikat dapat dilakukan pada awal Desember 2012. "Kami menargetkan pada 2014 PLTSa ini dapat beroperasi dan melistriki masyarakat," tutup Hari.
(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads