Demikian diungkapkan oleh Kepala pusat studi elkonomi dan bisnis Universitas Gajah Mada Tony Prasentiantono pada acara Seminar Infobank Outlook 2013 yang dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (23/10/12).
"Presiden tidak cukup percaya diri untuk menaikkan ini (harga BBM) karena popularitasnya sudah rendah," ungkap Tony.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya termasuk yang tidak percaya angka ini akan turun tahun depan kalau pemerintah menaikkan harga TDL. Kalau harga BBM dinaikkan itu akan signifikan," katanya.
Di sisi lain, pemerintah berasumsi subsidi energi ini akan turun tahun depan. Namun, Tony melihat ini adalah hanyalah sebuah asumsi yang tak beralasan dan tidak masuk akal.
"APBN kita tidak sehat, Rp 305,9 triliun subsidi energi. Ini tidak ada tanda-tanda akan turun tahun depan. Walaupun pemerintah dalam RAPBN mencanangkan ini akan turun dengan asumsi harga minyak dunia akan turun," paparnya.
"Menurut saya asumsi ini terlalu gegabah dan cenderung menggampangkan. Asumsi ini tidak masuk akal. Coba asumsi itu yang reasonable (beralasan) dan achievable (bisa dicapai)," pungkasnya.
(zlf/dnl)











































