Ekonom: Presiden Tidak Pede Naikkan Harga BBM

Ekonom: Presiden Tidak Pede Naikkan Harga BBM

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 23 Okt 2012 13:30 WIB
Ekonom: Presiden Tidak Pede Naikkan Harga BBM
Foto: Setpres
Jakarta - Pengamat ekonomimenilai pemerintah tidak cukup berani untuk menaikkan harga BBM subsidi tahun depan. Padahal, jika harga BBM dinaikkan, subsidi energi bisa diturunkan dari jumlahnya yang mencapai ratusan triliun.

Demikian diungkapkan oleh Kepala pusat studi elkonomi dan bisnis Universitas Gajah Mada Tony Prasentiantono pada acara Seminar Infobank Outlook 2013 yang dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (23/10/12).

"Presiden tidak cukup percaya diri untuk menaikkan ini (harga BBM) karena popularitasnya sudah rendah," ungkap Tony.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Tony, padahal dengan naiknya harga BBM, itu bisa menurunkan subsidi energi yang kini angkanya melonjak. Dia melanjutkan, subsidi energi tidak bisa turun hanya dengan menurunkan tarif dasar listrik (TDL).

"Saya termasuk yang tidak percaya angka ini akan turun tahun depan kalau pemerintah menaikkan harga TDL. Kalau harga BBM dinaikkan itu akan signifikan," katanya.

Di sisi lain, pemerintah berasumsi subsidi energi ini akan turun tahun depan. Namun, Tony melihat ini adalah hanyalah sebuah asumsi yang tak beralasan dan tidak masuk akal.

"APBN kita tidak sehat, Rp 305,9 triliun subsidi energi. Ini tidak ada tanda-tanda akan turun tahun depan. Walaupun pemerintah dalam RAPBN mencanangkan ini akan turun dengan asumsi harga minyak dunia akan turun," paparnya.

"Menurut saya asumsi ini terlalu gegabah dan cenderung menggampangkan. Asumsi ini tidak masuk akal. Coba asumsi itu yang reasonable (beralasan) dan achievable (bisa dicapai)," pungkasnya.

(zlf/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads