Anggota Dewan Energi Nasional Rinaldi Dalimi mengatakan, pemerintah tak perlu menaikkan harga BBM subsidi, karena efeknya psikologisnya ke mana-mana, karena dapat menaikkan harga barang-barang dan tarif transportasi.
"Memang subsidinya akan terus membengkak, ratusan triliunan, tapi sampai saat ini negara masih kuat berikan subsidi kok, buktinya punya uang beri subsidi energi tahun depan," ujar Rinaldi ketika ditemui usai diskusi 'Tata Kelola Infrastruktur Listrik Bebas Dari Kepentingan Politik' di Auditorium MNC, Jakarta, Selasa (23/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Naikkan pajak kendaraan tiap tahunnya Rp 1 juta, yang berasal dari konsumsi BBM subsidi mobil tersebut selama satu tahun. Misalnya dalam sebulan konsumsi BBM subsidi mencapai 200 liter x Rp 500/liter x 12 bulan mencapai Rp 1,2 juta, ya beri kenaikan pajak kendaraan 1 juta per tahun, itu buat kompensasi dari para pemilik mobil telah menikmati BBM subsidi," ungkap Rinaldi.
Menurut Rinaldi, cara tersebut lebih simpel dibandingkan harus melakukan pembatasan BBM subsidi atau lebih berat lagi kalau harus menaikan harga BBM subsidi walau hanya Rp 500 per liter. "Bisa dibayangkan dengan jumlah mobil yang ada saat ini dikali Rp 1 juta, berapa besar tambahan pendapatan pajak yang bisa disetorkan ke kas negara," ujarnya.
(rrd/dnl)











































