Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan, naiknya subsidi energi termasuk BBM dan listrik karena diprediksi terjadinya peningkatan angka konsumsi terhadap listrik dan BBM tahun depan. Pemerintah belum mengindikasikan kenaikan harga BBM subsidi meskipun 77% BBM subsidi dinikmati golongan mampu.
"Kalau Rp 305 triliun (tahun 2012) ke Rp 317 triliun (tahun 2013) itu kan ada peningkatan dan utamanya karena konsumsi BBM meningkat karena kebutuhan kendaraan dan mesin yang menggunakan BBM meningkat. Juga industrialisasi yang membutuhan listrik meningkat," kata Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun di balik tingginya anggaran subsidi energi, Agus mengaku ada hal yang perlu dilihat dari proses pengesahan APBN 2013.
"Ingin kita sampaikan bahwa pemerintah bisa selesaikan APBN tepat waktu, defisitnya masih sehat 1,65 persen dan sudah memberikan policy menyesuaikan harga listrik dan juga kalau memang terjadi kondisi terburuk karena krisis dunia," tuturnya.
Pada kesempatan itu, tutur Agus, terdapat kebijakan kenaikan harga tarif dasar listrik (TDL) di APBN 2013. Menurutnya pemerintah bisa mengalokasikan anggaran dari kenaikan TDL untuk pembiayaan infrastruktur.
"Kenaikan listrik itu membuat ada penghematan subsidi 11,8 triliun, itu semua digunakan untuk pembanguan infrastruktur untuk rakyat khusunya rakyat yg sangat memerlukan," pungkasnya.
(feb/dnl)











































