Pengusaha Toko Moderen Sesalkan Tarif Listrik Naik 15%

Pengusaha Toko Moderen Sesalkan Tarif Listrik Naik 15%

- detikFinance
Selasa, 23 Okt 2012 17:16 WIB
Pengusaha Toko Moderen Sesalkan Tarif Listrik Naik 15%
Jakarta - Pengusaha ritel menyesalkan rencana kenaikan tarif listrik 15% tahun depan. Karena, tak ada jaminan pasokan listrik terus mengalir ke pelanggan, khususnya di luar Jawa.

Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan, anggotanya kerap mengeluh dengan suplai listrik yang tidak stabil. Padahal kelangsungan bisnis sangat dipengaruhi energi yang tersedia.

"Ritel stand alone anggota kita sudah ada paling jauh Makassar dan Medan. Dan kenapa Kalimantan belum? Karena listriknya. Tidak ada kestabilan. Kalau di luar Jawa, listrik bisa mati sehari dua kali," kata Tutum di Jakarta, Selasa (23/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, jaminan pasokan energi menjadi mutlak diperlukan agar bisnis berkembang. Hanya Indonesia yang punya masalah besar soal kesinambungan pasokan listrik."Ini harusnya menjadi tanggung jawab. Harus fair dong," tambahnya.

Hingga akhirnya pengusaha ritel wajib menyediakan genset yang harganya cukup mahal. Saat genset tersedia, masalah juga tidak teratasi.

Pengusaha ritel kerap kali menemui kendala saat ingin membeli bensin guna menghidupkan genset. "Setiap buka toko, harus ada genset. Itu butuh BBM. Di situ kita kerap kesulitan, bagaimana belinya meskipun bukan subsidi. Karena tidak semua tempat ada Shell," tuturnya.

"Jika harus ke Pertamina, pakai jeriken nggak boleh. Apalagi kalau tahu retailer, diperas," tegas Tutum.

(wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads