Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan, anggotanya kerap mengeluh dengan suplai listrik yang tidak stabil. Padahal kelangsungan bisnis sangat dipengaruhi energi yang tersedia.
"Ritel stand alone anggota kita sudah ada paling jauh Makassar dan Medan. Dan kenapa Kalimantan belum? Karena listriknya. Tidak ada kestabilan. Kalau di luar Jawa, listrik bisa mati sehari dua kali," kata Tutum di Jakarta, Selasa (23/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga akhirnya pengusaha ritel wajib menyediakan genset yang harganya cukup mahal. Saat genset tersedia, masalah juga tidak teratasi.
Pengusaha ritel kerap kali menemui kendala saat ingin membeli bensin guna menghidupkan genset. "Setiap buka toko, harus ada genset. Itu butuh BBM. Di situ kita kerap kesulitan, bagaimana belinya meskipun bukan subsidi. Karena tidak semua tempat ada Shell," tuturnya.
"Jika harus ke Pertamina, pakai jeriken nggak boleh. Apalagi kalau tahu retailer, diperas," tegas Tutum.
(wep/dnl)











































