Demikian disampaikan Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir saat ditemui di sela Dialog Energi Tahun 2012, di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
"Kami telah mengamankan stok BBM selama 20 hari. Dengan melihat upaya kami untuk membantu ketahanan energi, kami harap dalam pelaksanaan PSO (subsidi), pemerintah tidak menyamakan kami dengan perusahaan lain yang hanya mampu menyumbangkan distribusi BBM di beberapa daerah," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau stok BBM selama 20-21 hari yang kami miliki, dengan rata-rata konsumsi nasional 1,3 juta barel per hari. Maka, stok ini nilainya sekitar Rp 26 triliun dan ini murni ditanggung Pertamina sendiri," tegasnya.
Untuk itu, jika ada usulan untuk menambah pasokan hingga 33 hari, Ali mengaku hal tersebut bukanlah perkara mudah. Karena dibutuhkan tambahan investasi dan infrastruktur guna memenuhi tambahan pasokan tersebut.
"Itu tentunya butuh investasi yang besar ya, dari sisi depot, yang awalnya bisa menampung selama 20 hari lalu ditingkatkan menjadi 33 hari. Untuk pasokannya, artinya stok akan bertambah 13 hari. Dikali 1,3 juta barel, dan dikalikan harga minyak US$ 100 per barel, maka investasinya mencapai sekitar Rp 13 triliun. Lalu, siapa yang harus menanggung ini?" pungkasnya.
(nia/dnl)











































