Direktur Operasional PT (Persero) PLN Indonesia Timur Vickner Sinaga berpendapat ada beberapa alasan mengapa laju rasio elektrifikasi di Papua dan Papua Barat masih rendah.
"Yang paling menjadi masalah adalah lahan. Disini peraturan tanah adat nya cukup kental," katanya di Kantor Gubernur Kota Jayapura Papua, Rabu (24/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vickner mengajak pemerintah untuk melihat situasi dan masalah ini di Papua. "Pemerintah tolong bantu dalam menangani masalah tanah adat ini," tuturnya.
Selain itu, untuk pembagian pembangkit tenaga surya dan lampu sehen kepada masyarakat perbatasan, Viekner mengeluhkan infrastruktur jalan dan penerbangan yang terbatas.
"Penerbangan dengan pesawat perintis itu terbatas, infrastruktur jalannya buruk," paparnya.
Sering kali pihak PLN cabang Papua dan Papua Barat harus melakukan jalan kaki dengan membawa solar cell dan komponen lain dengan menerabas hutan dan sungai. Seperti di Pegunungan Bintang dengan 5 distrik yang telah dialiri listrik oleh tenaga surya.
"Apapun kita akan lakukan, PLTS dan PLTA kita akan bangun untuk mendukung program Papua terang," tutupnya.
(feb/hen)











































