"Datanglah, masa dipanggil nggak datang," ujar Dahlan ketika ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Semalam Dahlan tidak memenuhi rapat Komisi VII DPR untuk kedua kalinya. Mantan Dirut PLN ini mengunjungi peternakan sapi di Jambi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengharapkan beliau datang malam ini, tidak ada niat kami untuk menghakimi Dahlan, sekali lagi kami hanya ingin meminta verifikasi saja, kenapa? Bicarakan secara resmi ke kami jangan hanya koar-koar ke media," kata Effendy di Gedung Komisi VII DPR, kemarin.
Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan, kehilangan kesempatan penghematan tersebut terjadi karena tidak adanya pasokan gas ke PLTG. "Karena nggak ada gas," ucapnya.
Tidak dapat gas, kata Pamudji, karena Kementerian ESDM dan BP Migas memiliki prioritas tersendiri untuk pasokan gas. "Itu ada Permen ESDM nomor 3 tahun 2010 terkait prioritas gas," jelasnya.
Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini juga mengatakan, penyebab pemborosan yang ditemukan BPK dikarenakan tata niaga gas.
"Ada priotitas peruntukkan gas, di mana prioritas pertama untuk injeksi produksi minyak (minyak duri yang dikelola Chevron), untuk listrik, untuk pupuk dan terakhir untuk industri," kata Rudi.
Dikarenakan prioritas gas tersebut, alokasi gas untuk PLN tidak ada.
"Betul (karena prioritas gas). Tapi kan barangnya nggak ada. Barangnya nggak ada. Lagipula, masalahnya adalah mau ke mana ini didahulukan. Waktu itu kan harus injeksi uap nomor satu, baru PLN, lalu pupuk yang terkahir baru industri. Itu yang jadi masalah. Karena pada saat itu ketika gas shortage, kalau nggak salah 20 hari, karena sesuai permen itu yang dilakukan," ungkap Rudi.
(nia/dnl)











































