"Ingat BPK tak salahkan PLN dalam kalimatnya soal audit itu," ucap Dahlan kepada wartawan dalam kunjungannya, di Kota Batu, Jatim, Jumat (26/10/2012)
Menurut Dahlan seharusnya PLN menderita kerugian lebih besar lagi dari hanya sebesar Rp 37 triliun. Menurutnya BUMN listrik tersebut sudah sering rugi sejak lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan juga membantah, PLN merugi dengan temuan BPK itu. "Itu bukan PLN rugi, siapa bilang PLN rugi. Itu temuan BPK soal pemborosan anggaran senilai Rp 37 triliun," ujarnya.
Seperti diketahui Komisi VII DPR-RI meminta verifikasi Menteri BUMN Dahlan Iskan soal kerugian PLN, saat Dahlan menjabat dirut PLN beberapa waktu lalu. Komisi VII DPR mengundang Dahlan dalam rapat kerja sebagai mantan bos PLN.
Setidaknya sudah dua kali rencana Rapat Kerja Komisi VII DPR-RI dengan Dahlan gagal. Seperti rencana rapat kedua, Rabu malam yang akan membahas verifikasi hasil audit BPK kembali batal karena mantan dirut PLN tersebut juga tak hadir.
(hen/hen)











































