Pengamat perminyakan, Kurtubi menilai kuota BBM bersubsidi di 2013 dipastikan akan meleset dari target karena membaiknya perekonomian Indonesia.
"Empat puluh juta kl ini hampir pasti akan kurang karena 2012 relisasinya 44 juta kl. Tidak mungkin ada tambahan cuma 2 kl," kata Kurtubi kepada detikFinance, Sabtu (27/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melesetnya target realisasi kuota BBM bersubsdi dari tahun ke tahun, tutur Kurtububi, pemerintah seharusnya bisa belajar dari pengalaman. Ia pun menilai, lebih baik menaikkan harga BBM bersubsidi daripada membatasi kuota BBM.
"Kalau BBM bersubsidi membengkak solusinya percepat konversi BBM ke BBG nomer dua naikkan harga BBM bersubsidi, bagi rakyat kebih baik BBM dinaikkan daripada dijatah," pungkasnya.
(feb/ang)











































