Subsidi energi yang hampir mencapai Rp 300 triliun per tahun sangat memberatkan Anggaran negara. Anggaran sebesar itu seharusnya bisa dialihkan untuk infrastruktur.
Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengatakan jika subsidi tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur seperti Jembatan, maka sudah bisa dibangun dua Jembatan Selat Sunda (JSS) yang diperkirakan menelan dana Rp 100-150 triliun.
"Subsidi Rp 300 triliun memang memberatkan keuangan negara, coba saja Rp 300 triliun itu untuk bangun jembatan, sudah dapat dua Jembatan Selat Sunda atau untuk bangun kilang minyak itu sudah dapat 3 kilang, atau untuk bangun jalan dana sebesar itu bisa bangun 10.000 km jalan, bukan jalan tol, tapi jalan yang gratis," kata Rudi ketika ditemui di acara Syukuran Hari Listrik Nasional ke-67 dan Launching Program Management Office (PMO) di Kantor PLN Pusat, Senin (29/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah tahun depan, Menteri Keuangan mendapatkan lampu hijau bisa menaikan harga BBM bersubsidi, namun kapannya semua tergantung situasi eksternal seperti harga minyak dunia dan internal seperti kesiapan ekonomi Indonesia dan waktunya kapan, semua masih belum bisa ditentukan kapan waktunya, yang jelas pemerintah diberikan keleluasaan untuk menaikan harga BBM bersubsidi," kata Rudi.
(rrd/hen)











































