Wamen ESDM: Selama 4 Tahun PLN Sudah Lakukan Efisiensi

Wamen ESDM: Selama 4 Tahun PLN Sudah Lakukan Efisiensi

- detikFinance
Senin, 29 Okt 2012 14:24 WIB
Wamen ESDM: Selama 4 Tahun PLN Sudah Lakukan Efisiensi
Jakarta - Pemerintah mengklaim selama 4 tahun terakhir PT PLN telah melakukan efisiensi. Namun Komisi VII DPR-RI menganggap bahwa PLN masih belum melakukan efisiensi terbukti adanya pemborosan Rp 37 triliun.

Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengatakan kisruh antara Komisi VII dengan Mantan Dirut PLN Dahlan Iskan sebenarnya hanya karena masalah kesalahpahaman informasi saja.

"Dimana yang info ke BPK dan yang dilihat BPK view yang berbeda. Ada berbagai sisi dari sebuah berlian. Jadi boleh saja dilihat itu korupsi, tapi bisa juga itu heroisme aar sesuatu tidak mati," ucap Rudi ketika ditemui di Kantor PLN Pusat, Senin (29/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal menurut Rudi, selama empat tahun terakhir dengan metode yang diterapkan PLN sudah membuat efisiensi. Perhitungan biaya pengadaan listrik dihitung dengan menyamakan mata uang, harga gas yang sama, harga BBM yang sama ternyata pengadaan listriknya turun. Hal ini menurut Rudi, artinya PLN sudah melakukan efisiensi besar-besaran.

"Tetapi memang dari segi rupiah memang terlihat ada kenaikan yakni Rp 11, namun harga per KWh ternya turun. Tapi kenapa terlihat naik Rp 11, itu terjadi karena harga gas rata-rata sebelumnya US$ 5 per mmbtu menjadi rata-rata US$ 7 per mmbtu selain itu penggunaan BBM dari sebelumnya 11% menjadi 9%, itu merupakan efisiensi," ungkap Rudi.

Namun, kenaikan Rp 11 tersebutlah yang dijadikan bahan untuk 'menghajar' PLN yang dulunya dipimpin oleh Dahlan Iskan. "Kenaikan Rp 11 ini yang dijadikan bahan buat "menghajar" PLN," tandasnya.

Seperti diketahui belakangan ini PLN mendapat sorotan DPR terkait laporan dari BPK soal inefisiensi Rp 37 triliun periode 2009/2010. Masalah inefisiensi itu terjadi saat PLN dipegang oleh Menteri BUMN Dahlan beberapa waktu lalu. Komisi VII DPR setidaknya sudah dua kali memanggil Dahlan, rencananya setelah reses akan dipanggil ulang.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads