Bos PLN: Manufacturing Hope No. 49 Jawaban Telak Dari Dahlan Iskan

Bos PLN: Manufacturing Hope No. 49 Jawaban Telak Dari Dahlan Iskan

- detikFinance
Senin, 29 Okt 2012 17:13 WIB
Bos PLN: Manufacturing Hope No. 49 Jawaban Telak Dari Dahlan Iskan
Jakarta - Ingin tahu jawaban Menteri BUMN Dahlan Iskan soal temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pemborosan PLN di 2009/2010 senilai Rp 37 triliun saat dia menjadi Dirut PLN. Baca Manufacturing Hope Nomor 49.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PLN Nur Pamudji ketika ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (29/10/2012).

"Dahlan salah apa tidak? Hari ini ada tulisan Pak Dahlan judulnya Manufacturing Hope nomor 49. Jawaban beliau sangat bagus, silakan baca, jawaban yang excellent, itu jawaban yang paling telak dari Pak Dahlan Iskan," kata Pamudji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Pamudji, hasil audit BPK soal PLN inefisiensi atau pemborosan PLN tersebut adalah karena PLN kehilangan kesempatan untuk melakukan penghematan Rp 37 triliun selama 2009-2010.

"Itu disebabkan PLN tidak memperoleh pasokan gas di 8 pembangkit yakni di Medan, Riau, Sumatera Selatan, Muara Karang, Tanjung Priok, Muara Tawar, Semarang, Gresik, dan Bali. Jadi seandainya gas tersedia, terjadi penghematan Rp 37 triliun, karena tidak perlu beli BBM, itu kan bunyi laporan BPK," ujar Pamudji di 2009/2010 menjabat sebagai Direktur Energi Primer PLN.

Pamudji menuturkan, berbagai macam cara telah dilakukan untuk mendapatkan gas pada 8 pembangkit tersebut, seperti di Medan, pemerintah sudah putuskan membangun regatifikasi di Arun jadi LNG diangkut dari Arun, kemudian diregasifikasi dan dialirkan ke Arun.

"Cara ini akan membuat penghematan sangat besar di Medan. Kemudian Muara Karang dan Priok menggunakan FSRU di Teluk Jakarta dan ini sudah selesai, kemudian mengkoversi LNG dari Bontang diubah jadi gas dan dialirkan ke Muara Karang dan Tanjung Priok, sehingga inefisiensi di Muara Karang dan Tanjung Priok sudah hilang karena ada pasokan gas ini," ujarnya.

Selain itu kata Nur, untuk pembangkit di Semarang, Menteri ESDM baru saja menerbitkan keputusan untuk mengaliri gas dari Kepodang ke Tanjung Priok dengan skema pipa yang sudah ditetapkan dan BPH Migas juga sudah menetapkan perintah kepada pemilik konsesi untuk membangun pipa tersebut.

"Sehingga inefisiensi di Semarang karena tidak ada gas saat ini sudah hilang," tandas Pamudji.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads