Dikatakan Direktur Konstruksi PLN Nasri Sebayang, tujuan dibuatnya PMO ini sebenarnya dikarenakan selama ini informasi terhadap satu proyek selalu datangnya lambat, namun dengan program ini, setiap waktu bisa dilihat dan diakses seperti sejauh mana proyek berjalan dan apa saja hambatannya.
"Untuk tahap I penyelesaian PMO ini memakan biaya mencapai Rp 15 miliar, PMO sendiri akan selesai sampai tahap III jadi total biaya membangun sistem ini mencapai Rp 45 miliar," ungkap Nasri ketika ditemui dalam acara Lauching PMO di Kantor PLN Pusat, Jakarta, Senin (29/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan sistem PMO ini bisa terlihat jelas apa hambatan proyek-proyek PLN, terlambat apa sebabnya, baaimana kaitannya dengan proyek yang lain, itu kami lihat keterlambatanya karena apa, apa dari sis konstruksi atau kontraktornya malas, kalau malas bisa kita langsung tegur, bisa juga kenapa penalti kontraktornya dan lainnya," ujar Nasri.
Menurut Nasri, investasi PLN untuk membangun PMO dengan dana Rp 45 miliar ini terbilang murah, jika melihat tujuannya yakni untuk mengelola proyek-proyek PLN yang mencapai ratusan triliun.
"Rp 45 miliar itu sangat murah investasinya, karena untuk mengelola ratusan triliun proyek PLN" tandas Nasri.
(rrd/dnl)











































