"Kami pengusaha ya lebih setuju dan dukung kalau pemerintah naikan harga BBM subsidi dari pada listrik yang dinaikkan," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi seperti dikutip Rabu (31/10/2012).
Alasannya, dengan menaikkan harga BBM subsidi maka akan lebih banyak uang negara yang dihemat ketimbang menaikkan tarif listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi pengusaha meminta, penghematan anggaran dari kenaikan harga BBM subsidi bisa langsung diarahkan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.
"Itu penting, karena infrastruktur kita jauh tertinggal, jalan jadi macet, pengiriman barang lama, akibatnya meningkatkan biaya suatu produk," jelasnya.
Sementara alasan pengusaha tidak mau tarif listrik tahun depan naik, adalah karena pemerintah tidak menaikkan tarif untuk golongan 450 Volt Ampere (Va) dan 900 Va, dan mencabut subsidi beberapa golongan.
"Kita tidak setuju dong, 450 Va dan 900 Va tidak dinaikkan. Golongan itu 10 tahun tidak pernah naik-naik tarifnya, sementara industri dinaikan 15%, ini kan sama saja kita yang mensubsidi golongan 450 Va dan 900 Va," tegasnya.
Apalagi pusat perbelanjaan (mal) subsidi listriknya tahun depan dicabut, ini dampaknya kata Sofjan juga besar, karena harga-harga produk di mal akan naik.
"Ini sudah jelas, tambahan biaya listrik pasti akan dibebankan ke penyewa gerai di mal. Selain itu tidak semua mal pakai listrik subsidi, karena saat ini banyak mal yang bangun power listriknya sendiri, ada pula yang pakai sebagian listriknya menggunakan tenaga matahari," cetus Sofjan.
(rrd/dnl)











































