Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengatakan, Pertamina bakal 'babak belur' karena akan kesulitan, khususnya dalam hal pendanaan.
"Pasti tidak akan bisa kelola sendirian, Pertamina bakal babak belur, karena modal yang dibutukan sangat besar, dan ujung-ujungnya akan berdampak pada apa yang didapatkan negara dari produksi gas di Blok Mahakam," kata Rudi di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa harus Total? Ya ini berhubungan dengan data live yang selama ini dimiliki Total. Kalau tidak dikasih berapa persen pengelolaan Mahakam, satu Total tidak akan menambah investasi eksplorasi, kedua Pertamina akan mulai dari awal, dan tentu ini berpengaruh pada produksi gas yang ujungnya mengurangi pendapatan negara di sektor gas," ucapnya.
Kemudian soal, menurut Rudi, Pertamina tidak akan sanggup menanggung modal besar untuk eksplorasi mencari cadangan baru yang membutuhkan ratusan juta dolar.
"Saya rasa Pertamina belum sanggup, kalau Total diikutkan dan dapat 30% saham, tentu dana untuk ekplorasi 30% bisa dari Total, jadi Pertamina tidak perlu keluar duit sepeserpun untuk eksplorasi namun dapat 70% lebih pengusahaan saham di Blok Mahakam," tegasnya.
(rrd/dnl)











































