"Kami paham, 2017 kontrak kami di Blok Mahakam berakhir dan tidak akan ada perpanjangan, karena yang tertulis di kontrak seperti itu. Jadi pada 2017 seluruh aset yang ada di Blok Mahakam akan menjadi milik negara/pemerintah," kata Head Development Media Relation Total E&P Indonesie Kristanto Hartadi ketika dihubungi detikFinance, Jumat (2/11/2012).
Dikatakan Kristanto, Total saat ini memang tengah berunding dengan Pertamina dan pemerintah agar masih bisa mendapatkan jatah pengelolaan blok Mahakam, walaupun porsinya tak sebesar kontrak lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, walaupun kontrak Total dipastikan berakhir pada 2017, perusahaan migas asal Prancis tersebut tetap berkomitmen berinvestasi mengembangkan blok Mahakam, dan bahkan siap untuk tetap berinvestasi setelah 2017.
"Kita tetap investasi mengembangkan Blok Mahakam sebelum kontrak kami berakhir, Total tetap komit. Seperti saat ini telah berhasil produksi di Lapangan South Mahakam yang berada di PSC Mahakam di proyek South Mahakam Field Development fase 1 dan 2," katanya.
Saat ini kata Kristanto, cadangan gas dari rencana Total saat ini diperkirakan hanya tersedia 5,8 TCF. "Dari rencana produksi Total diperkirakan cadangan tersisa saat ini di blok Mahakam sebanyak 5,8 TCF, dengan produksi gas rata-rata per harinya 1.700 MMSCFD dan produksi minyak 100.000 barel per hari," tegas Kristanto.
(rrd/dnl)
