Hal tersebut diakui Dirjen Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo dalam acara Development and Deployment of Enhanced Oil Recovery Strategy (EOR) di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (5/11/12).
"Ada kebijakan di bidang migas 1 dari hulu 1 dari hilir. Meningkatkan produksi minyak mentah dengan satu juta barel per hari. Itu hal yang tidak mudah," jelas Evita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Evita memaparkan, ada pemerintah tengah merencanakan upaya untuk meningkatkan eksplorasi minyak ini. Salah satu upaya yang akan dilakukan pemerintah adalah dengan melakukan efisensi eksploitasi minyak pada sumber atau lapangan yang telah ada yang disebut Enhanced Oil Recovery (EOR).
"EOR merupakan salah satu upayanya. Itu adalah untuk lapangan yang major, itu salah satu upaya. Itu untuk meningkatkan eksplorasi," katanya.
Dari 416 lapangan minyak utama atau yang sudah dieksplorasi, lanjut Evita, hanya ada 40% yang sudah dieksplorasi menggunakan EOR.
"Jumlah lapangan 416 yang major (utama). Cukup matang tetapi baru kita ambil 35-40% saja. Jadi masih banyak lapangan yang bisa kita gunakan, dan kita kembangkan dengan EOR," tutup Evita.
(zlf/dnl)











































