Alur Sungai Mahakam Ditutup, PLN Jamin Pasokan Batubara Aman

Alur Sungai Mahakam Ditutup, PLN Jamin Pasokan Batubara Aman

- detikFinance
Senin, 05 Nov 2012 17:09 WIB
Alur Sungai Mahakam Ditutup, PLN Jamin Pasokan Batubara Aman
Samarinda - Alur Sungai Mahakam di bawah bekas lokasi Jembatan Kutai Kartanegara yang ambruk 26 November 2011 silam, kembali ditutup terkait kegiatan perobohan 2 tiang pylon jembatan. Pasokan batubara ke pembangkit listrik PLN melalui jalur sungai dijamin tidak terganggu.

Penutupan alur Sungai Mahakam dimulai sejak Minggu (4/11/2012) kemarin, dan dijadwalkan berlangsung hingga 17 November 2012 mendatang. Kegiatan pekerjaan perobohan 2 tiang pylon, dilakukan oleh kontraktor plat merah PT Hutama Karya.

Di Desa Tanjung Batu Kutai Kartanegara, terdapat 2 pembangkit listrik yakni PLTGU Tanjung Batu milik PLN, serta PLTU milik PT Cahaya Fajar Kaltim (CFK) yang disewa PLN. Kedua pembangkit itu menggunakan bahan bakar batubara yang diangkut dengan melalui alur Sungai Mahakam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait penutupan alur Sungai Mahakam, tidak mengganggu ketersediaan stok batubara di kedua pembangkit," Kepala Bidang Komunikasi dan Hukum PT PLN (Persero) Wilayah Kaltim Imam Taufik kepada detikFinance, Senin (5/11/2012) sore WITA.

Taufik menjelaskan, stok batubara untuk PLTU Tanjung Batu masih bisa bertahan hingga 14 hari ke depan. Sedangkan untuk stok batubara di PLTGU milik CFK yang disewa PLN, juga masih bisa bertahan hingga 12 hari ke depan.

"Jadi kalau berjalan sesuai rencana hingga penutupan sampai 17 November 2012, ketersediaan batubara untuk kedua pembangkit masih aman," ujar Taufik.

"Kalau ternyata nanti pekerjaan perobohan pylon lebih dari 14 hari, kemungkinan akan mengganggu kerja kedua pembangkit itu. Kita harap mudah-mudahan pekerjaan itu berjalan sesuai rencana," tambahnya.

"Tapi sebenarnya, untuk PLTU Tanjung Batu, kalau penutupan alur Sungai Mahakam sampai lebih 12 hari sesuai dengan stok yang ada, kita masih bisa usahakan pasok batu bara dari hulu Mahakam," jelas Taufik.

Sekadar diketahui, saat ini terdapat belasan pembangkit yang melayani 3 kota di Sistem Mahakam yakni kota Balikpapan, kota Samarinda dan Tenggarong. Pembangkit-pembangkit itu adalah pembangkit milik PLN seperti PLTGU Tanjung Batu, PLTD Karang Asam, PLTD Keledang, PLTD Gunung Malang, PLTD Batakan serta PLTG Sambera.

Sedangkan 6 pembangkit yang disewa PLN adalah pembangkit Menamas (GT)3, PLTD Kaltimex 1 dan 2, PLTD Kaltimex 3, PLTD Cogindo, PLTD CDE dan PLTMG Kaltimex.

Selain itu, juga ada tambahan daya dari pihak swasta lainnya seperti PLTU Cahaya Fajar Kaltim, PT Sumalindo di Samarinda serta PT Sumalindo di Senoni.

"Jadi sekali lagi dengan pekerjaan perobohan pylon, kondisi kelistrikan di Sistem Mahakam, tidak terganggu. Masih aman sesuai dengan ketersediaan stok batubara yang saya sebutkan," tutup Taufik.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads