BP Migas: Total Habiskan US$ 5 Juta Untuk Satu Sumur Gas, Pertamina Mampu?

BP Migas: Total Habiskan US$ 5 Juta Untuk Satu Sumur Gas, Pertamina Mampu?

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 07 Nov 2012 10:45 WIB
BP Migas: Total Habiskan US$ 5 Juta Untuk Satu Sumur Gas, Pertamina Mampu?
Samarinda - Badan Pengatur Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mendukung jika Pertamina bisa mengelola sumur-sumur gas di Blok Mahakam karena semangat nasionalisme. Namun semangat tersebut harus rasional, karena Pertamina tidak akan mampu sendirian mengelola ladang gas di Kalimantan Timur tersebut.

"Bukan BP Migas tidak setuju Pertamina kelola sendiri Blok Mahakam, semangat kita sama, semangat nasionalisme. Tapi semangat ini harus semangat rasional, semangat yang realistis," kata Deputi Pengendalian Operasi BP Migas Gde Pradyana di Samarinda, Kalimantan Timur, seperti dikutip Rabu (7/11/2012).

Menurut Gde, tidak akan mungkin Pertamina mampu mengelola sendirian Blok Mahakam tersebut. Rencananya pemerintah akan memberikan Blok Mahakam ke Pertamina karena kontrak Blok Mahakam dengan Total dan Inpex akan habis di 2017.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena Pertamina tidak mungkin bisa kelola sendirian, pasalnya Total E&P Indonesie saja tidak mampu sendirian dia juga gandeng Inpex," ucap Gde.

Apa alasannya? Gde mengatakan, investasi yang dikeluarkan di blok tersebut membutuhkan US$ 2 miliar per tahun.

"Bahkan untuk melakukan eksplorasi pengeboran sumur gas, Total menghabiskan dana US$ 2-5 juta untuk satu sumur, dan itu belum tentu ada gas-nya. Jadi ini membutuhkan investasi yang sangat besar, nah Pertamina mampu sendirian apa tidak? Karena berkaca pada Natuna yang jelas-jelas Pertamina sudah dapat 100% ujung-ujungnya cari partner juga karena berat kalau mebiayai investasi sendirian," tutur Gde.

Pertamina bakal berat mengelola Blok Mahakam sendirian karena juga cadangan terbukti gas di blok tersebut akan habis pada 2017 seiring dengan berakhirnya kontrak Total di sana.

"P1 (cadangan terbukti) gas di Blok Mahakam saat ini tersisa sekitar 4,8 TCF. Dengan produksi total rata-rata 1.700 MMSCFD (Juta Kubik Feet Per Hari) maka dalam setahun produksinya mencapai 0,6 TCF. Jadi P1 sebesar 4,8 TCF tersebut dengan recovery factor 50% maka cadangan terbukti tersebut kira-kira tinggal 5 tahun lagi atau dari sekarang akan habis pada 2017 seiring berakhirnya kontrak total di Mahakam," jelas Gde.

Jika Pertamina masuk sendirian, maka Pertamina harus bekerja keras tidak hanya tenaga tetapi juga modal yang cukup besar untuk mencari cadangan gas terbukti (P1).

"Memang diperkirakan masih ada potensi (P2) 6,5 TCF dan P3 (sumber daya) yang diperkirakan masih besar di blok Tersebut, tapi untuk menjadikan P2 menjadi P1 tersebut butuh kerja keras dan dana yang besar, dan kalau sendirian Pertamina pasti tidak mampu, makanya nasionalisme kita itu juga harusnya nasionalisme realistis," cetus Gde.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads