Abramovich yang terkenal sebagai konglomerat minyak di 1990-an, telah melakukan pembicaraan dengan bos perusahaan energi bernama Linc Energy pekan lalu, sebelum akhirnya melakukan tur untuk melihat fasilitas gasifikasi batubara di Queensland, Australia.
Belum ada konfirmasi dari pihak Linc, namun kunjungan Abramovich telah dikonfirmasi oleh beberapa sumber.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teknologi UCG ini sangat potensial menghasilkan minyak dari batubara, dan bisa menguntungkan di tengah tingginya harga minyak saat ini. Sebenarnya banyak perusahaan Rusia yang sudah menggunakan teknologi ini, namun perusahaan Abramovich belum memilikinya.
"Abramovich sangat tertarik dengan UCG, karena dia memang memiliki ketertarikan besar pada minyak," ujar sebuah sumber dikutip dari AFP, Kamis (8/11/2012).
Abramovich yang juga memiliki portofolio di baja dan emas, dilaporkan telah mengunjungi Perth selama 3 hari dengan jet pribadinya untuk menjajaki bisnis barunya.
(dnl/dru)











































