Ketua Asosiasi Tol Indonesia, Fatchurahman mengatakan, subsidi BBM ini bisa dihapus atau dikurangi, pemerintah tidak usah susah payah untuk meminjam uang swasta dalam membangun infrastruktur. Salah satunya, proyek Mass Rapid Transit.
"Kalau saja subdisi itu bisa disisihkan Rp 10 triliun dalam setahun, 5 tahun bisa Rp 50 triliun. Nggak usah pinjam (ke) Jepang untuk buat MRT," ungkap Fatchurahman sata dihubungi detikFinance, Kamis (8/11/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sedih sekali, coba saja bisa disisihkan," keluhnya.
Dia mengatakan, pemerintah harus bisa mengambil langkah terkait subsidi BBM. Mengingat, MRT ini proyek yang sangat mahal, namun efeknya akan jangka panjang karena dinilai bisa mengurai kepadatan.
"Memang mahal (MRT), makanya pemerintah harus mencari jalan keluar," ungkapnya.
(zul/ang)











































