Hal ini diungkapkan Presiden Direktur Pertamina Hulu Energi Salis Aprilian ketika ditemui di sela acara Luncheon Talks 'Kepastian dan Perlindungan Hukum Kontrak Bagi Hasil (PSC),' di Hotel Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Senin (12/11/2012).
"Produksi PHE secara keseluruhan rata-rata sampai kuartal III tahun ini masih 60.000 bph, masih di bawah target 70.000 bph yang ditentukan," kata Salis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akibat telatnya pengambilalihan WMO sehingga ada gap sebesar 8.000 barel per hari dan sampai sekarang masih belum tercapai gap tersebut, namun sekarang ini tren produksinya sedang naik," ungkap Salis.
Saat ini kata Salis, produksi PHE WMO rata-rata masih sekitar 11.000 barel per hari dari target 15.000 barel per hari.
"Target PHE MWO awalnya memang sebesar 20.000 bph namun direvisi menjadi 15.000 bph, tapi sampai saat ini belum bisa mencapai target," ucap Salis.
Terkait produksi yang mencapai 60.000 bph tersebut, tambah Salis, terbantu dengan meningkatnya produksi PHE ONWJ yang sebelumnya sulit mencapai 35.000 bph namun kemarin ternyata bisa sampai 40.000 bph.
"Produksi ONWJ kemarin naik bahkan naiknya diatas target di mana ditargetnya 35.000 bph dan sulit sampai produksi sebesar itu, tapi kemarin berhasil produksi mencapai 40.000 bph," ungkap Salis.
Apalagi kata Salis, di ONWJ kemarin berhasil menemukan tes di lapisan baru saat ekplorasi di Lapangan Eko.
"Tes nya cukup bagus, ini menandakan ada indikaksi bagus pada produksi ONWJ ke depannya," cetus Salis.
(rrd/dnl)











































