"Menjawab pertanyaan Bapak Alimin (Fraksi PAN) bahwa sejak kepemimpinan saya, inefisiensi PLN tambah besar, saya rasa hal itu sudah sangat jelas, sebelum saya jabat saya sudah berulang kali kalau PLN banyak salah makan, PLTG bukan pakai gas malah pakai BBM, tapi kenapa saya masuk kok malah tetap pakai BBM, ini kan sudah jelas karena PLN tidak dapat gas," ujar Dahlan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII, Selasa (13/11/2012).
Kalau dirinya dulu mempunyai kuasa untuk merampas gas/sumur gas, kata Dahlan akan dia lakukan, namun sudah jelaskan hal tersebut tidak bisa dilakukan karena bukan kewenangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait pertanyaan Dewi Ariani (PDIP), yang menyebutkan tindakan Dahlan menyesatkan karena kalau PLTG tidak pakai BBM maka Jakarta akan gelap gulita dijawab santai oleh Dahlan. Dahlan mengatakan secara harfiah tidak seperti itu, yang jelas misalnya PTLG Tambak Lorok mati tidak pakai BBM maka Jakarta Utara akan kehilangan 1.000 Mega Watt.
"Dan pada saat itu sistem transmisi tidak bisa membackup sistem listrik yang lain, kalau sekarang bisa, kalau dulu tidak bisa, bayangkan kalau PLTG-PLTG tersebut kehilangan 1.000 MW gelap gulita jadinya, dan bisa terjadi PHK pegawai," jelas Dahlan.
Bahkan Dahlan menantang beberapa pernyataan anggota DPR yang mengungkapkan ada Genset di Jawa. "Pernyataan Bapak bisa dipertanggung jawabkan, kalau ada pembangkit genset di Jawa! jangan sampai ini menyesatkan, karena tidak ada satupun genset di Jawa, genset hanya untuk daerah terpencil yang mengalami krisis listrik," tegasnya.
Terkait rekomendasi BPK terhadap PLN, Dahlan berdalih, 1 rekomendasi tersebut hanya berkaitan dengan masalah gas bukan keseluruhan. "Jadi saya mohon maaf kalau salah," tandas Dahlan.
(rrd/dru)











































