Hal itu dinyatakan oleh Presiden Direktur PT PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (E2I) Henry Sitanggang di PLTU Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (13/11/2012). E2I merupakan energi provider yang menjalankan PLTU Pangkalan Bun.
"Kami akan meningkatkan kapasitas dari 2x7 MW menjadi 2x50 MW tahun depan. Kami menggunakan energi yang paling murah saat ini yaitu batubara untuk PLTU," kata Henry Sitanggang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PLTU ini menghemat Rp 200 miliar per tahun subsidi. Nanti akan lebih besar lagi pada kapasitas 2x50 MW," cetus Henry.
PLTU Pangkalan bun terletak di tepi sungai terbesar yaitu Sungai Pangkalan Bun. Lewat sungai itu, suplai batubara dibawa menggunakan kapal tongkang. Lantas, batubara dibawa menggunakan truk untuk dibawa ke PLTU dan dibakar guna membuat uap.
"E2I akan terus mengembangkan hingga 5.000 MW sebagai alternatif energi yang dibutuhkan demi kesejahteraan rakyat indonesa," kata Henry.
(Ari/dnl)











































