Mantan Bos BP Migas: Sampai Kapanpun di Sektor Migas Tetap Butuh Asing

Mantan Bos BP Migas: Sampai Kapanpun di Sektor Migas Tetap Butuh Asing

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 14 Nov 2012 18:02 WIB
Mantan Bos BP Migas: Sampai Kapanpun di Sektor Migas Tetap Butuh Asing
Jakarta - Mantan Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) R. Priyono mengungkapkan sampai kapanpun di Sektor Migas tetap membutuhkan adanya investor asing, pasalnya sedikit perusahaan minyak yang mampu investasi US$ 2 miliar per tahun.

"Kita tetap memerlukan perusahaan asing untuk garap hulu Migas kita, karena sederhananya saja karena perusahaan yang bisa membiayai investasi seperti Total E&P Indonesie US$ 2 miliar per tahun itu tidak banyak," ujar Priyono ketika ditemui di Wisma Mulia Jl Gatot Subroto, Rabu (14/11/2012).

Bagaimana dengan Pertamina?, bukan meremehkan namun kata Priyono salah satu buktinya proyek Donggi Senoro di mana Pertamina berpatner dengan Medco.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertamina, buktinya Donggi Senoro, Pertamina berpatner dengan Medco, tapi ternyata mereka hanya sanggup biayai US$ 400-600 juta per tahun. Jadi jangan bicara US$ 200 miliar gitu," ungkap Priyono.

Dampaknya apa akibat tidak mampunya membiayai investasi di Donggi Senoro? kata Priyono, untuk pertamakalinya satu unit LNG hilir lepas ke asing.

"Sehingga untuk pertamakalinya satu unit LNG di hilir dilepas dan diberikan ke Mitsubisi, itu pertama kalinya, nah dari sisi pengamat seperti saya mengatakan jangan sampai terjadi lagi lah, terutama untuk Natuna, karena kedaulatan negara pada juga ada pada unit LNG-nya," tandas Priyono.

(rrd/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads