"Berpihak asing bagaimana," kata Priyono ketika ditemui di Gedung Wisma Mulia, Rabu (14/11/2012).
Menurut Priyono BP Migas memberikan 'keistimewaan' kepada PT Pertamina, contohnya BP Migas memberikan tiga blok Migas kepada Pertamina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu contoh ketika BP Migas masih di dalam Pertamina, waktu itu Pertamina salah hitung cadangan, akibatnya terjadi shortage 80 kargo LNG di Bontang.
"Akibat sertifikasi salah itu, tidak bisa disalurkan ke pembeli, akirnya pembeli komplain, nah tuntutannya dilarikan ke Pemerintah, jadi terpaksa pemerintah yang nanggung. Nah setelah BP Migas ada kasus seperti tidak mungkin terjadi, karena seperti contoh BP Migas menunjuk BP kirim LNG, jadi kalau BP gagal kirim, risiko mereka yang tanggung bukan negara," ungkapnya.
"Jadi kalau kewenangan BP Migas balik ke Pertamina, ya saya terserah pemerintah saja, saya kan sekarang pengamat migas saja, dan apa mau kita mau kembali ke jaman sebelum reformasi, sementara sekarang ini sudah kita kelola dengan baik," tandasnya.
(rrd/dru)










































