Jero: BP Migas Lahir 'Suci', Tiba-tiba Semua Anaknya Menjadi Haram

Jero: BP Migas Lahir 'Suci', Tiba-tiba Semua Anaknya Menjadi Haram

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 19 Nov 2012 17:07 WIB
Jero: BP Migas Lahir Suci, Tiba-tiba Semua Anaknya Menjadi Haram
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta -

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan pembubaran Badan Pengatur Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) karena bertentangan dengan UUD 1945 atau inkonstitusional. Ini berarti BP Migas yang lahir secara sah seperti anak suci, tiba-tiba mendadak menjadi haram.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, sesungguhnya BP Migas itu lahir suci dari Undang-Undang nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas.

"Sah keberadaan BP Migas, dia lahir dari anak kudus, anak suci dari Undang-Undang Migas, yang dibuat oleh DPR bersama pemerintah dan yang disahkan pada 23 November 2001," kata Jero Wacik ketika bertatap muka dengan Pegawai SKSP Migas, di Gedung City Plaza, Jakarta, Senin (19/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jero mengatakan, pada saat itu UU Migas dibentuk oleh DPR sudah sah disetujui oleh 500 anggota DPR.

"Bapaknya DPR, ibunya pemerintah 'kawin' membentuk undang-undang Migas, dan sesuai Pasal 4, pemerintah harus segera membentuk badan pelaksana, maka lahirlah BP Migas pada tahun 2002," ungkap Jero.

Tapi, kata Jero, setelah BP Migas berjalan 10 tahun dan sudah menghasilkan banyak anak (pegawai yang jumlahnya 1.200 orang), tiba-tiba dibubarkan karena tidak sesuai konstitusi atau 'haram'.

"Sudah bisa sana sini selama 10 tahun, menghasilkan banyak anak-anak seperti ini, kok dibilang haram semua," ujarnya.

"Saya juga baru tahu kok perkawinan itu tadi tidak sah, segini banyak anaknya haram semua. Tapi ya sudahlah MK (Mahkamah Konstitusi) kekuasaannya tinggi, Presiden juga tidak ba bi bu, saya juga orang yang konstitusional, jadi maka kita lakukan amanah MK tersebut," cetus Jero.

(rrd/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads