Manajer Bidang Niaga PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Dwi Kusnanto menjelaskan, dari 4 juta pelanggan PLN di wilayah operasionalnya. Penunggak terbesar datang dari golongan umum yang di dalamnya masuk pelanggan masyarakat dan usaha sebesar 45 % dari total tunggakan hingga Oktober.
"Golongan umum 45 persen, itu tunggakan terbesar," tutur Dwi di Kantor PLN Disjaya Gambir, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, tambah Dwi, untuk tunggakan golongan 1 khususnya dari TNI tidak menjadi persoalan serius karena proses penyelesaian tunggakan langsung diselesaikan di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan.
"Namun kita fokus pada tunggukan golongan 0 (umum), golongan 2, dan golongan 3," tambahnya.
Papar Dwi, tunggakan ini berasal dari tunggakan lancar atau tunggakan pelanggan yang baru 1 dan 2 bulan menunggak senilai Rp 244 miliar dan pelanggan masuk piutang ragu-ragu atau pelanggan yang sudah 3 bulan menunggak dan mencabut fasilitas kelistrikannya mencapai Rp 151 miliar.
Untuk tunggakan ini, pihak PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang akan mulai melakukan penagihan dengan dua gelombang yakni gelombang II pada 21-23 November 2012 dan Gelombang II pada 28-30 November 2012.
"Dengan adanya perang melawan tunggakan ini diharapkan tunggakan di PLN Disjaya akan turun mencapai Rp 15 miliar di akhir tahun 2012," cetusnya.
(/)










































