Agus Marto Minta 'New BP Migas' Kejar Setoran Rp 78 Triliun

Agus Marto Minta 'New BP Migas' Kejar Setoran Rp 78 Triliun

- detikFinance
Jumat, 23 Nov 2012 17:37 WIB
Agus Marto Minta New BP Migas Kejar Setoran Rp 78 Triliun
Jakarta - Dari awal 2012 hingga saat dibubarkan, Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) telah memberikan setoran pendapatan hulu migas senilai Rp 200 triliun. Masih ada kekurangan Rp 78 triliun sampai akhir tahun yang harus dikejar Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKSP Migas) sebagai lembaga baru pengganti BP Migas.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, sepanjang tahun ini BP Migas ditargetkan mendapatkan Rp 278 triliun dari sektor hulu migas.

"BP Migas itu ketika dibubarkan itu secara netto kita mengharapkan ada Rp 278 triliun setoran dari BP Migas. Sampai dibubarkan itu sudah masuk sampai Rp 200 triliun, Rp 78 triliun masih tersisa," ujar Agus Marto di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (23/11/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, Agus Marto yakin sisa target penerimaan Rp 278 triliun dapat tercapai hingga akhir tahun. Untuk itu, Agus dan Kementerian ESDM selaku pengambil alih fungsi BP Migas melakukan koordinasi guna menghindari kekurangan setoran penerimaan tersebut.

"Dari hari pertama kita mendengarkan itu dibubarkan dalam arti dimasukkan ke dalam ESDM, kita sudah minta supaya Kementerian ESDM dan satuan yang akan menggantikan fungsi BP Migas, menjaga pencapaian penerimaan Rp 78 triliun sampai akhir 2012 itu," tegasnya.

Sebelumnya, Mantan Kepala BP Migas R Priyono menyatakan penerimaan negara dari sektor hulu minyak dan gas bumi mencapai angka US$ 27,1 miliar atau Rp 243,9 triliun pada Januari-September 2012. Realisasi ini sekitar 81 persen dari target dalam APBN-P 2012 sebesar US$ 33,5 miliar.

Dia mengharapkan sampai dengan akhir tahun 2012, sektor hulu migas mampu memenuhi target penerimaan dari pemerintah dan berhasil membukukan penerimaan negara sekitar US$ 34,5 miliar, atau 103 persen dari target APBN-P 2012.

(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads