Demikian diungkapkan oleh Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman di acara Diskusi Publik Rasionalisme Menuju Subsidi Tepat Sasaran di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin (26/11/12).
"Rasio elektrifikasi baru 72,95% atau 27% belum kena jaringan atau 16,8 juta kepala keluarga. Ini yang mereka dambakan listrik, belum merdeka kalau belum ada listrik," ungkap Jarman
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, swasta tidak berminat untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik bagi pelanggan baru. Pasalnya menurut Jarman, 2,3 juta dari 2,9 juta kepala keluarga tersebut adalah calon pelanggan listrik berskala kecil, yakni pemasangan sambungan 450-900 VA alias listrik bersubsidi.
"Itu kan kecil, jadi swasta nggak mau. Kapan kembalinya (investasi)," tambahnya.
Secara terpisah, Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji, mengatakan hal senada. Dibanding tahun lalu, permintaan masyarakat untuk pemasangan listrik baru tumbuh 10,18%.
"Permintaan listrik dari masyarakat sangat tinggi. Tumbuh dari Januari sampai Oktober tumbuh 10,18% year on year. Kita bersyukur pertumbuhan itu masih bisa kita layani," kata Nur Pamudji.
(zul/hen)











































