"Kalau nunggak 1 hari, pelanggan langsung dicabut," ungkap Nur saat ditemui selepas acara Diskusi Publik Rasionalisme Menuju Subsidi Tepat Sasaran di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin (26/11/12).
Ia mengatakan, hal ini guna menanamkan kedisplinan membayar listrik tepat waktu kepada setiap pelanggan. Menuruutnya, PLN memikul beban yang sangat berat melayani 48,6 juta pelanggan dari Sabang sampai Merauke di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nur merinci, total jumlah pelanggan 48,6 juta tersebut didominasi oleh konsumen rumah tangga. Sedangkan sebagian kecil pelanggan adalah perkantoran, industri, pertokoan dan sebagainya.
"Dominan rumah tangga, 48 juta itu rumah tangga. Sisanya yang 600 ribu itu macem-macem. Perkantoran, tapi yang paling banyak rumah tangga," katanya.
Dengan demikian, PLN akan mencabut semua pelanggan yang menunggak walaupun baru 1 hari. Lalu bagaimana dengan Kantor Pemkot Jakarta dan Tangerang yang juga menunggak tagihan listrik kepada PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang? sayangnya Nur enggan berkomentar.
"Saya harus cari info dulu, saya nggak memonitor. Mereka (PLN Disjaya) punya protokol untuk mengatasi masalah penundaan. Saya nggak sampai ke detail itu," cetusnya.
(zul/hen)











































