"Ini darurat Pertamina mengambil langkah itu, untuk mengatasi situasi darurat. Dalam situasi darurat mengambil langkah darurat saya kira bisa dibenarkan," ujar Hatta ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (26/11/2012).
"Di Kutai Barat terjadi kelangkaan yang kemudian berakibat kepada konflik. Ini tentu langkah yang diambil bersifat sementara dan darurat," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bersifat darurat langkah itu, jadi sambil nanti dievaluasi untuk mengatasi gejolak karena masalah sosial jauh lebih penting untuk diatasi agar jangan sampai terjadi konflik, sambil nanti segera dievaluasi, langkahnya bersifat langkah darurat," tandasnya.
Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini sebelumnya mengungkapkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kuotanya bakalan habis pada 22 Desember 2012. Meskipun kuota telah ditambah, namun ternyata masih tidak lagi cukup untuk bertahan hingga akhir tahun 2012.
(nia/dru)











































